Doa untuk ibu di surga


Pagi ini, 1 Syawal 1435 H hampir sebulan kepergianmu. Suasana di sini masih tetap sama, semuanya berkumpul di sini, tetangga kiri kananpun rame pulang ke kampung halaman. Jalananpun jam segini udah terlihat sesak oleh orang2 yg menyambut hari kemenangan. Semuanya berbondong2 dengan anak, istri/suami dan keluarga mereka dengan pakaian dan dandanan terbaiknya. Mereka terlihat bahagia dan ceria.
Tapi bu, kami anak2mu, cucu2mu dan cicitmu merasakan ada yg kosong di hati ini, ada yg hilang dari kehidupan kami. Kami kehilangan sosok malaikat, kami kehilangan seorang ibu dan nenek. Ibu yang selalu menyayangi kami anak, cucu dan cicitnya tanpa ada perbedaan, yang cinta dan kasihnya tulus yang kami rasakan tiap saat.

Bu, engkau adalah wanita yang sangat ia kagumi. Engkaulah wanita pertama selain mama yang mengajarkan ia hal2 yang sederhana. Engkau yang pertama kali mengajarkan ia memasak sprei sendiri, engkau adalah orang pertama yg ia cari ketika papa n mama tidak ada, engkau yg tidak pernah lelah bercerita kepada ia, engkau yang selalu berdoa untuk ia apapun itu.

Bu, maaf pagi ini ia cengeng. Air mata ini jatuh ketika mendengar suara takbir. Semua topeng ketegaran ini runtuh bu, ia kangen semuanya. Kangen menjadi cucu yg selalu siap mengantarkanmu kemana saja, cucu yg selalu merengek dan bercerita kepadamu, ia kangen mendengarkan cerita masa mudamu, cerita tentang anak2mu, cerita ttg kami cucu2mu. Tubuh ini kangen akan pelukanmu, belaian dan kasih sayangmu. Mata ini kangen melihat senyummu. Tangan ini kangen menyentuh tubuh dan membimbing jari rentamu.

Pagi ini, tidak ada lagi wanita tua sederhana yg penuh semangat dan senyum yg akan menemani kami shalat ied di lapangan itu, tidak ada lagi sosok ibu suri di keluarga ini, tidak ada lagi wanita yg akan ia bimbing ato ia papah pergi dan pulang,.

Tuhan, pagi ini ia titip doa dan rindu buat ibu di sana. Semoga ibu selalu bahagia di alam sana. Tuhan, ijinkan ibu berkumpul dengan yg lain di Surga-Mu. Berikan kebahagian yg lebih bagi ibu Ya Allah, amin

Ibu, maafkan ia belum bisa menjadi cucu yg baik bagimu. Maafkan ia belum bisa menuruti semua kehendakmu, maafkan ia belum bisa menunaikan kewajiban ia sebagai seorang cucu. Masih banyak janji yang belum bisa ia tunaikan. Ibu, doakan ia agar tahun ini bisa menyicil sedikit demi sedikit semua wasiatmu. Ibu, ia janji akan selalu membuatmu bangga di manapun engkau sekarang. Ia akan selalu membuatmu tersenyum walau dari surga sana.

Ibu, ia sayang ibu karna Allah

image

1 syawal 1433 H

image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s