Pulau Samalona


Salah satu hadiah terindah di umur 24 tahun adalah berhasil menginjakkan kaki di salah satu pulau impian, Samalona. Yaa,, ini adalah salah satu pulau yang sudah masuk list WAJIB DIKUNJUNGI sejak setahun yang lalu😀
Alhamdulillah pertengahan bulan lalu dapat tugas di Makasar, makanya kesempatan ini tidak boleh di sia-siakan. Jauh sebelum keberangkatan tanggal 13 November 2013, ia sudah mulai melist dan mendata tempat wajib mana saja selain Samalona yang mesti dikunjungi (dapat gelar baru dari teman-teman: Menteri Pariwisata🙂 ). Sebelum keberangkatan udah heboh ngajakin yang lain untuk ikut serta dalam ekspedisi kali ini.
Hari pertama nyampe makasar sekitar jam 11an waktu sana, udah berhasil makan Sop Konro bakar yang katanya paling terkenal di sana : Sop Konro Karebosi di Jl. Gunung Lompobattang No 41, Makassar, Telp: 0411 312157. Sop Konronya enak dan harganya juga terjangkau dengan porsi yang memuaskan. Disajikan dengan guyuran bumbu kacang dan kuah sop konro berwarna kehitaman yang khas.

Hari kedua tidak sempat kemana-mana karna kerjaan lumayan padat dan tubuh yang sudah mulai protes. Maka di hari kita langsung balas dendam, sorenya kita langsung kabur ke pantai yang menjadi ikon kota Makasar, Losari.
Sambil menunggu sunset, kami sempat mengunjungi Masjid Amirul Mukminin, masjid terapung yang berada persis di dekat Losari. Tahun kemaren saya tidak sempat mengunjungi mesjid ini karna keterbatasan waktu. Losari juga sudah banyak berubah dari terakhir saya kunjungi, sekarang anjungannya lebih tertata, dan penjual makanan seperti pisang epe sudah di tertibkan lagi. Setelah puas menikmati sunset, kita langsung wisata kuliner di daerah kuliner yang berada tepat di depan pantai.

Tibalah hari yang ditunggu, hari yang bebas dari kerjaan. Malam sebelumnya kita sudah bikin kesepakatan yang bakal ikut ke Samalona mesti kumpul di lobby jam 9 teng, tapi ini udah hampir jam set.9 ruang makan masih sepi😦 , dan banyak yang ngabatalin karna takut liat cuaca yang mendung. Hopeless dan kecewa bercampur jadi satu, akhirnya yang tersisa cuma 4 orang. Awalnya mereka ngajak ke Trans Studio Makasar, tapi ia na tetap kekeuh mau ke Samalona. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan ia berhasil membujuk mereka untuk memilih samalona😀
Dengan informasi yang kami dapat dari pihak hotel, kami bisa naek kapal penyebrangan yang ada di depan benteng Fort Rotterdam. Benar saja, pas kami melintas di daerah itu banyak yang menawarkan kapal ke Samalona. Biaya satu kapal PP biasanya Rp. 500.000,-. Tapi kami berhasil menawar dengan harga Rp. 450.000,- termasuk untuk mengantarkan ke tempat snorkling. Perjalanan ke sana sekitar 30 menit. Nyampe di sana kita di sambut oleh dermaga kecil dan hamparan pasir putih yang memanjakan mata. Kami di sambut oleh penduduk yang menawarkan penginapan, tempat istirahat dan snorkling. Ternyata pulau ini cuma di huni oleh 17 KK. Dengan berjalan kaki sekitar 10 menit kita sudah berhasil mengelilingi pulau ini.

Karna kami tepat datang sebelum zuhur, maka kami istirahat shalat dan makan sambil menunggu cuaca mendukung untuk snorkling. Kami sengaja mencari sudut pulau yang bagus dan bisa di jadikan tempat istirahat sementara. Selain penduduk lokal, pulau ini di dominasi oleh turis. Setelah istirahat yang cukup dan puas bermain air, kami memutuskan untuk snorkling. Dengan membayar Rp. 50.000,- kami sudah bisa mendapatkan peralatan lengkap. Dan di antar sekitar 10 menit dengan kapal kami sudah bisa menikmati alam bawah laut yang memukau. Sekitar 1 jam lebih kami bermain dengan air dan menyaksikan keindahan laut, kami memutuskan kembali ke pulau. Setelah beberes kami kembali ke kota Makasar. Sebenarnya kami belum rela meninggalkan pulau ini, namun kami sadar tugas sudah menunggu kami kembali😦
Sesampainya di kota, kami kembali merasakan lapar, maka akhirnya kami memutuskan untuk makan coto yang ada di jalan nusantara, menurut saya ini adalah coto terenak di makasar yang pernah saya coba, namun sayang saat kami sampai di sana cotonya sudah habis. Akhirnya kami memutuskan untuk coto ke jalan Gagak. Namun di perjalanan kami malah berubah pikiran untuk belanja oleh-oleh di Somba Opu. Menurut survei saya, tempat yang menyediakan beraneka pilihan oleh-oleh yang lengkap dan murah adalah di Toko Keradjinan.
Hari selanjutnya kembali di padatkan dengan kerjaan, tapi alhmdulillah masih bisa mencuri-curi waktu untuk menikmati Makasar dan semuanya. Malam terakhir di Makasar, kami sempat menikmati coto yang ada di jalan Gagak.

Sunset di Losari

Sunset di Losari

Samalona

Samalona

Fort Rotterdam

Fort Rotterdam

 

Pisang Ijo Makasar

Pisang Ijo Makasar

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s