Malaka – Shah Alam #HariKeempat #010213


Pagi Malaka…
Hari ini kami siap untuk melanjutkan perjalanan menjelajahi kota tua ini. Karena hari ini merupakan hari terakhir di Malaka. maka sebelum menjelajah lagi kami beres-beres buat check out dulu. Batas waktu check out rata-rata disini adalah jam 11.00 siang. Tujuan utama pagi ini adalah Menara Taming Sari yang bisa di tempuh sekitar 10 menit dari hostel dengan berjalan kaki. Karena kami datangnya kepagian kami tidak bisa masuk ke tempat ini, tapi lumayanlah ya bisa photo2.

Menara Taming Sari

Menara Taming Sari

SONY DSC

Menara Taming Sari

Menara Taming Sari

Selanjutnya kami beranjak menuju Taman Merdeka. Di sini kita bisa melihat replika alat transportasi.

SONY DSC

Taman Merdeka

Taman Merdeka

Dan di daerah sini juga terdapat Museum Perangko.

Museum Perangko

Museum Perangko

Tak jauh dari sana kita bisa menemukan bangunan bersejarah di Malaka yang namanya dikenal dimana-mana. Ya, inilah A Famosa (“Yang Termashur” dalam bahasa Portugis).  A Famosa terletak di Bandar HilirMelaka bersebelahan dengan replika Istana Kesultanan Melaka dan Gereja St. Paul. Kami sempat naik ke reruntuhan gereja yang ada di sana. Dari atas kita bisa melihat selat Malaka.

A Famosa

A Famosa

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Karena merasa lapar, kami memutuskan untuk mencari makan. Pilihan kami jatuh pada Chiken Rice Ball yang ada di EE JI BAN. Ternyata pelayan di sana adalah orang Jawa. Karena merasa satu bangsa kami dilayani dengan sangat baik oleh si mbak. Di sini kami mencicipi chiken rice ball lengkap dengan sayuran dan minum Longan tea. Satu paket kompletnya itu cukup dengan membayar sekitar 50 RM untuk 4 orang.

SONY DSC

SONY DSC

Setelah check out dan masih ada waktu sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju Syah Alam, kami menuntaskan hasrat untuk menikmati semangkok es cendol duren Jonker 88 terlebih dahulu. Alhamdulillah kami bisa menikmatinya. Dan memang tidak heran tempat itu selalu penuh, karena rasa yang ditawarkannya memang sepadan. Dengan 4 RM saja kita bisa menikmati semangkok es cendol duren yang menggoyang lidah.

Es Cendol Duren Jonker 88

Es Cendol Duren Jonker 88

Setelah itu kami menuju Masjid Kampung Klang, sayangnya kami tidak bisa masuk ke dalamnya.

Masjid Kampung Klang

Masjid Kampung Klang

Untuk kembali menuju Melaka Sentral kami menunggu bus di depan Chirst Church karena busnya melewati tempat tersebut. Ongkosnya 2 RM. Sesampainya di Malaka Sentral saya memanfaatkan waktu untuk membeli oleh2, karena belum sempat. Untuk harga kaos disini jauh lebih mahal dari pada yang ada di Kompleks Rumah Merah, namun kualitasnya juga jauh berbeda. Satu kaos disini dihargai dengan 25 RM.

Tiket dari Melaka Sentral menuju Shah Alam berkisar 14,5 RM dengan lama perjalanan sekitar 2 jam. Sesampainya di Shah Alam kita di jemput oleh Kak Linda yang akan bersedia menjadi Guide dan merelakan rumahnya untuk kita tempati (Thank Kak😀 ). Ternyata Kak Linda punya 2 malaikat kecil yang lucu dan menggemaskan. Arfa dan Liana. Setelah istirahat dan mandi Kak Linda memasakkan makanan buat kami. Ini seperti di rumah sendiri, karena Kak Linda sendiri adalah orang minang yang sudah menjadi warga Malaysia.

Malamnya Kak Linda mengantarkan kami ke I-City, kota sejuta Lampu.

SONY DSC

SONY DSC

Snow

Seperti Bandung Carnival Land (BCL) ato Batu Night Spectaculer (BNS) na Malang lah ya, namun permainan disini lebih beragam. Yang menjadi tujuan utama adalah Snow Worid-nya. Setelah puas kami kembali ke rumah Kak Linda.

One thought on “Malaka – Shah Alam #HariKeempat #010213

  1. Ping-balik: Malaka – Shah Alam #HariKeempat #010213 | Tsamaratul Janniah's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s