Perjuangan untuk mendapatkan “buku ijo”


Ternyata buat mendapatkan buku keramat yang bewarna ijo tu lumayan rada ribet ya.. Tapi kalo udah ada buku ijo itu kita bisa melanglang buana kemana aja di luar bumi pertiwi ini.. Walaupun buku ijo itu cuma berlaku selama 5 tahun, setidaknya kita bisa memperpanjangnya nanti setelah itu. Yang penting sekarang buku itu harus penuh dengan cap dan coretan dulu😀
Keinginan untuk membuat buku ini sebenarnya udah lama, udah dari tahun 2011. Namun baru kesampaian memilikinya tahun ini🙂 Padahal formulirnya udh diambil dari jauh2 hari. Tapi selalu malas untuk mengisi dan melengkapi persyaratan yang ada. Lagian waktu itu belum ada planning yang memaksa untuk menggunakan buku tsb. Akhirnya pada bulan Mei 2012, ada promo dari salah satu maskapai yang menawarkan basic Rp. 0,- diluar pajak dan biaya lainnya untuk penerbangan ke Singapore. Tergoda oleh promo itu saya dan beberapa teman mencoba booking untuk penerbangan Bandung – Singapore dan sebaliknya. Setelah menyesuaikan tanggal yang tersedia dengan tanggal yang memungkinkan kami untuk pergi dan dengan pertimbangan harga tiket yang murah, maka di dapatkan tanggal 29 Januari 2012 – 05 Februari 2013 waktu yang pas. Setelah di hitung biayanya kita mendapatkan tiket PP BDO-SIN dengan harga yang cukup menggiurkan Rp. 306.000/orang. Tanpa pikir panjang lagi kita mengambil 7 tiket PP sekaligus.
Namun, walaupun tiket sudah di tangan keinginan untuk segera membuat buku ijo masih belum ada. Alasan waktunya yang masih lama lah, persyaratan yang gag lengkap disini ataupun keyakinan untuk pergi yang masih setengah-setengah. Akhirnya pertengahan Januari kemaren, entah angin apa yang membuat keinginan untuk berangkat itu semakin menggebu. Tapi pas diliat waktu keberangkatan yang tinggal menghitung hari, rasanya mustahil untuk bisa mendapatkan buku keramat tersebut. Segala cara coba dilakukan, mulai dari mendaftar online sampai coba menggunakan jasa calo. Namun ketika mendaftar online, sistem di pusat sedang bermasalah sehingga baru mendapatkan nomer antrian untuk wawancara dan photo tanggal 27 Februari, padahal tanggal 29 Januari harus berangkat😦 Dan ketika mencoba menghubungi calo, yang bersangkutan meminta bayaran untuk paket normal Rp. 550.000,- dan paket kilat Rp. 950.000,-😦 Itu jumlah uang yang sangat banyak, padahal kalau kita mengurus sendiri itu cuma butuh Rp. 265.000,- (Rp. 10.000,- untuk beli Map dan sampul, Rp. 255.000,- untuk biaya pembuatan buku ijo itu sendiri).
Setelah dipikir-pikir dengan uang sebanyak itu mending di coba dulu untuk mengurusnya sendiri. Waktu itu semuanya di serahkan pada Allah, jika Allah menghendaki berangkat maka jalan untuk mendapatkan buku ijo itu ada.

بسم الله الرحمن الرحيم

Perjuangan dimulai Jumat 18 Januari 2013. Saran dari teman-teman yang pernah kesana adalah berangkat sepagi mungkin. Karena kalau siang antrian sudah semakin padat. Walaupun saat itu saya sampai jam 07.00 pagi padahal jam kerja di sana jam 07.30 saya mendapat nomer antrian 08. Karena waktu itu saya cuma menyerahkan berkas maka waktu yang dibutuhkan tidak telalu lama. Sekitar jam 07.45 nomer antrian 08-pun dipanggil. Setelah sampai di counter 1 saya rada takut, karena persyaratan yang saya bawa ada yang tidak lengkap. Benar saja, petugas meminta saya untuk melengkapi persyaratannya terlebih dahulu, dan meminta saya kembali siangnya😦
Sekeluarnya dari ruangan itu saya langsung menelpon Papa untuk segera mengirimkan salinan Kartu Keluarga (KK). Namun saya benar di uji saat itu, karena kata Papa, listrik di rumah sedang padam. Namun Papa berjanji apapun yang terjadi hari itu salinan KK itu bakal ada di tangan ia. Sampai selesai shalat Jumat listrik masih belum nyala, Papa mencoba alternatif lain sehingga akhirnya salinan itu sampai di tangan ia. (Terima kasih Papa, ia sayang papa😀 )
Gerlong – Surapati ditempuh dalam waktu kurang dari 20 menit, itupun setelah singgah di beberapa tempat (bayangin aja kecepatan yang digunakan😀 ) Akhirnya dapat tiket untuk tahap selanjutnya, wawancara dan photo pada hari Selasa 22 Januari 2013
Selasa-pun berusaha datang sepagi mungkin, nyampe jam 07.30 mendapatkan nomer antrian 56😦 Setelah menunggu kurang dari 1,5 jam no 56 pun dipanggil. Pertama dipanggil untuk pembayaran, setelah itu disuruh duduk kembali. Kedua dipanggil lagi untuk mengambil bukti pembayaran yang nanti akan di perlihatkan kepada petugas di loket photo. Setelah itu kembali menunggu untuk giliran photo dan wawancara, proses ini tidak memakan waktu yang cukup lama. Ketika sesi wawancara, mendapatkan petugas yang baek hati dan ramah. Awalnya petugas tsb menanyakan tujuan membuat buku ijo, kemudian entah ada angin apa si petugas malah curhat ttg masa kuliahnya😀 Yang penting tahap paling penting dlm proses pembuatan si ijo berhasil dilewati dengan baik. Akhirnya dapat bukti pengambilan untuk tanggal 28 Januari 2013😀
Hari yang ditunggu2 itupun tiba. Dengan semangat 45, berangkat dari gerlong sekitar jam 07.00 eh sesampainya disana ternyata semua pegawai kantor imigrasi sedang melaksanakan apel pagi. Setelah sempat muter-muter dulu daerah Cikutra dan Pahlawan kembali ke imigrasi. Sesampainya di sana ternyata apel pagi telah selesai dan antrian di pintu masukpun sudah lumayan panjang😦 Akhirnya kembali mendapatkan nomer antrian puluhan, padahal belum satu nomerpun yang di panggil😦
Setelah petugas loket pengambilan datang, orang-orang pada berbondong-bondong menuju meja di loket itu. Karena berpikirnya semua sesuai dengan nomer antrian ya udah saya cuma duduk tenang dan manis. Tapi kok anehnya, setelah ada sekitar 15 orang yang mengambil si ijo tapi nomer antrian tidak bergerak-gerak. Setelah nanya sama mas-mas di samping baru tau kalo di loket ini nomer antrian tidak berfungsiii -__-
Yeyyy,, akhirnya ternyata Allah mengizinkan pergi.. Thank God, Thank Apa😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s