Sawarna


Kali ini saya ingin berbagi sama teman-teman yang hobinya sama kaya saya “BERPETUALANG” di alam bebas. Sekarang saya akan menceritakan pengalaman menyusuri 5 pantai di pergantian tahun 2011/2012 kemaren. Tujuan utamanya bukan buat merayakan pergantian tahun, namun buat refreshing setelah melewati hari-hari yang berat di akhir tahun😀 (khusus buat saya pribadi: seminar proposal skripsi dan laporan PLA), lagian sudah lama saya dengan yang lain tidak pergi bersama. Terakhir kita  pergi bareng ke Grobag Bandoeng  di PHP dan makan jagung bakar serta ketan bakar sambil menikmati udara dingin Lembang di malam hari.

Sawarna merupakan sebuah Hidden Paradise yang terletak di desa Lebak, kecamatan Bayah, Banten. Kami (saya, Kak Rina, Ni Vera, Bg Ali, Bg Rengga, dan Kiwan) berangkat dari Bandung sekitar jam 2 malam. FYI diantara kami tidak ada satupun yang tau medan, kita cuma bermodal nekad dan mengandalkan GPS dan Google Map (thanks for Technology).  Sebelum sampai di Sawarna kami melewati Pelabuhan Ratu tepatnya Pantai Karang Hawu yang sudah penuh dengan umat manusia yang mungkin juga sedang menikmati akhir tahun mereka. Disini kami menikmati breakfast yang ditemani sama cuaca yang rada mendung. Sayangnya kami tidak mendapatkan spot yang bagus karena cuaca..

Pantai Kerang Hawu

Pantai Kerang Hawu

 

Setelah di tunggu beberapa saat, namun cuaca malah bertambah jelek, yang tadinya hanya mendung sekarang disertai gerimis. Kami terpaksa membatalkan niat untuk menikmati sunrise di Pelabuhan Ratu😦 . Perjalanan kembali dilanjutkan, ternyata medan yang di lalui benar2 masih alami dan memacu adrenalin. Namun itu semua tidak menjadi masalah karena sepanjang jalan yang di lalui mata kita di manjakan oleh pantai-pantai indah.  Tidak hanya pantainya, namun karang-karang indah yang menghiasi pantai juga menjadi pemandangan yang tidak akan membuat kita bosan.

Pantai Antah Berantah :D

Pantai Antah Berantah😀

horeeee,,

akhirnya sampai juga di sawarna setelah melalui perjalanan yang jauh dan penuh tantangan:D

Jembatan Gantung

Jembatan Gantung

Jembatan ini ternyata sangat kuat lo..  Tapi lebih kuat n nekat lagi penduduk sana, mereka mampu mengendarai motor (ojeg) yang berpenumpang melintasi jembatan ini. Bagi yang tidak kuat jalan kaki menuju pantai kira2 2 km dari jembatan bisa menggunakan jasa ojeg tsb (20 rb). Namun anda tidak akn merasakan sensasi pedesaan yg asri jika pake kendaraan roda 2 tsb, karna sepanjang perjalanan anda akan disuguhi oleh pesawahan n perumahan penduduk setempat.

Suasana desa Sawarna

Suasana desa Sawarna

Suasana desa Sawarna

Suasana desa Sawarna

 

Penginapan

Penginapan

Penunjuk Arah

Penunjuk Arah

Nah inilah hasil bidikan di Pantai nya:

NArsis di Pantai Pasir Putih

NArsis di Pantai Pasir Putih

NArsis di Pantai Pasir Putih

NArsis di Pantai Pasir Putih

Numpang Photo di kapal nelayan :D

Numpang Photo di kapal nelayan😀

Setelah puas main di pantai pasir putih kita lanjut menyusuri tepian pantai, sepanjang tepi pantai kita berlomba mencari dan mengumpulkan kerang dan benda2 laut yang unik.. setelah berjalan cukup lama akhirnya kita melihat juga karang yang menjadi simbol Sawarna, yaaaa inilah pantai Tanjung Layar😀

Medan menuju Tanjung Layar

Medan menuju Tanjung Layar

TAnjung LAyar

TAnjung LAyar

Main di sekitar karang

Main di sekitar karang

Antara 2 Karang

Antara 2 Karang

 

Sunset Tanjung Layar

Sunset Tanjung Layar

 

Sunset na cuma bentar banget, jadi harus dimanfaatkan pas udah ngelihat sunset na. Sayang na kita gg sempat menikmati sunrise di Laguna Pari karena cuaca😦 , Malam tahun barupun kita habiskan dengan bercerita di gubuk di pinggir pantai yang kita sewa, kalau anda ingin menyewa home stay atau penginapan itu berkisar 120 rb / org / malam.  Namun karena kita ingin menyaksikan kembang api dan menikmati angin laut di malam hari maka dipilihlah gubuk kecil yang murah namun eksotis ini.

setelah melewati malam di Sawarna, kita yg awalnya berencana mengunjungi Pantai Laguna Pari dan Goa Lalay terpaksa merelakan tidak jadi kesana, karena cuaca yang kurang bersahabat. Kita memutuskan untuk kembali ke Bandung, di samping mempertimbangkan faktor kemacetan karena masih suasana tahun baru. FYI tarif parkir mobil disini 20 rb/malam. Pulangnya kita lewat Serang, dan tak ketinggalan kita photo2 dulu di pantai yang kita lalui.

Pantai BAyah

Pantai BAyah

Sepanjang jalanan Serang, mata dimanjakan oleh penjual Durian dan pete :p

Pulangnya kita sempat tersesat di tol dalam kota Jakarta😀 dan Alhamdullillah kita sampai di Bandung Jam 8 malam.
Mudah2an tulisan ini bisa menginspirasi perjalann wisata anda..

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s