Internet dalam Dunia Pendidikan


Kalo postingan yang sebelumnya ttg artikel buat tugas kaderisasi, sekarang artikel buat dinamik4 (dies natalies mahasiswa komputer 4)

Abad 21 ini tidak bisa dipisahkan dari kata IT.  IT  atau biasa juga disebut TI ( teknologi informasi ). Kita lihat semua aspek tidak bisa dilepaskan dari hal tersebut.  Ekonomi,  sosial, politik, keamanan, budaya dan  pendidikan.

Sebagai bagian dari pelajar saya ingin mengupas sedikit tentang IT dalam pendidikan itu sendiri. Jika kita lihat sepintas, mutu pendidikan di Indonesia masih jauh tertinggal dari negara tetangga. Mari kita lihat kebelakang, dulunya banyak para pelajar dari negara tersebut yang kuliah disini. Tapi kenapa sekarang hal tersebut berbalik 180’. Banyak pelajar dari negeri ini yang bercita – cita dan kuliah di luar negeri. Mungkin mereka berpikir mutu pendidikan disana lebih baik daripada di Indonesia. Mereka menganggap mutu pendidikan Upaya-upaya peningkatan kualitas serta kuantitas pendidikan telah dilakukan oleh pihak pemerintah, walau sampai saat ini hasilnya belum memuaskan.   Usaha yang dilakukan oleh pemerintah biasanya bersifat konstitusional demi mendapatkan lulusan dari sekolah yang kompetitif dan siap bersaing secara global. Banyak usaha yang dilakukan, misalnya dengan menetapkan standar minimal kelulusan atau dengan menambah mata pelajaran yang diujikan. Sayangnya hal tersebut malah menjadi beban bagi para pelajar. Mereka dituntut untuk mencapai target tersebut. Itu bukan menjadi solusi yang terbaik, malah menjadi momok yang menakutkan. Tidak hanya bagi para pelajar tapi juga bagi para orang tua mereka. Tapi kita lihat hal tersebut tidak membawa perubahan yang berarti bagi pendidikan di negeri ini.

Lalu, solusi apakah yang dapat kita sarankan? Menurut saya dengan adanya teknologi seperti sekarang ini, internet adalah solusi yang tepat. Karena sekarang semua orang bisa mengaksesnya kapan saja dan dimana saja. Warung internet sudah menjamur dimana-mana, seperti cendawan di musim hujan.

Dapat kita lihat suatu kecacatan, dalam  proses belajar mengajar konvensional yang hanya  mengandalkan tatap muka antara guru dan murid, dosen dengan mahasiswa, pelatih dengan peserta latihan.  Ketidakefektifan adalah kata yang paling cocok untuk sistem ini, sebab seiring dengan perkembangan zaman, pertukaran informasi menjadi semakin cepat dan instan, namun pendidikan di Indonesia terkesan sangat lambat dan tidak seiring dengan perkembangan IT. Sistem konvensional ini seharusnya sudah ditinggalkan sejak ditemukannya media komunikasi multimedia. Karena sifat Internet yang dapat dihubungi setiap saat, artinya siswa dapat memanfaatkan program-program pendidikan yang disediakan di jaringan Internet kapan saja sesuai dengan waktu luang mereka sehingga kendala ruang dan waktu yang mereka hadapi untuk mencari sumber belajar dapat teratasi. Dengan perkembangan pesat di bidang teknologi telekomunikasi, multimedia, dan informasi; mendengarkan ceramah, mencatat di atas kertas sudah tentu ketinggalan jaman.

E-education, istilah yang mungkin masih asing bagi bangsa Indonesia. E-education (Electronic Education) ialah istilah penggunaan IT di bidang Pendidikan. Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi masalah lagi. Para pelajar tidak perlu lagi bertatap muka dengan guru, mahasiswa tidak harus bertemu dengan dosen. Semua urusan bisa diselesaikan dalam dunia maya tersebut. Kita bisa berdiskusi atau bertanya jawab dengan siapa saja. Kita bisa mengakses perpustakaan diseluruh dunia. Kita bisa melihat atau mencari materi atau bahan yang kita inginkan. Akses ke perpustakaan, melaksanakan kegiatan kuliah secara online, menyediakan layanan informasi akademik suatu institusi pendidikan, dan lain sebagainya.

Menurut Onno W. Purbo (1997), “ada lima aplikasi standar internet yang dapat digunakan untuk keperluan pendidikan, yaitu e-mail, Mailing List (milis), News group, File Transfer Protocol (FTC), dan World Wide Web (WWW)”.

Menurut  Onno W. Purbo (1998) paling tidak ada tiga dampak positif penggunaan internet dalam dunia pendidikan, yaitu:

  1. Peserta didik dapat dengan mudah mengambil mata kuliah dimanapun di seluruh dunia tanpa batas institusi atau batas negara.
  2. Peserta didik dapat dengan mudah berguru pada para ahli di bidang yang diminatinya.
  3. Kuliah / belajar dapat dengan mudah diambil di berbagai penjuru dunia tanpa bergantung pada universitas/sekolah tempat si mahasiswa belajar. Di samping itu kini hadir perpustakan internet yang lebih dinamis dan bisa digunakan di seluruh jagat raya.

Internet sebagai media pendidikan memiliki banyak keunggulan,. Namun tentu saja memiliki kelemahan; seperti yang disampaikan oleh Budi Rahardjo (2002) adalah :

–          infrastruktur internet masih terbatas dan mahal,

–          keterbatasan dana,

–          dan budaya baca kita masih lemah.

Di sinilah tantangan bagaimana mengembangkan model pembelajaran melalui internet. Mudah – mudahkan kita bisa melewati tantangan tersebut menuju wajah pendidikan indonesia yang lebih baik dimasa mendatang. Intinya kita tidak boleh terpaku pada pola penidikan konvensional. Manfaatkan fasilitas yang telah ditawarkan dunia IT kepada kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s