Biar kita saling tau, tidak hanya kami para wanita


Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah tokoh romantis yang dapat melukis seperti Jack Dawson dalam Titanic, maka itu kami tidak pernah minta kalian melukis wajah kami dengan indah, paling tidak saat kami minta kalian menggambar wajah kami , gambarlah, meskipun hasil akhirnya akan seperti Jayko adik perempuan Giant dalam film Doraemon, tapi kami tahu, kalian berusaha.

 

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan cenayang seperti almarhum Mama Lauren yang dapat menebak isi pikiran kami atau apa yang kami inginkan saat kami hanya terdiam dan memasang wajah bosan, tapi saat itu kami hanya ingin tau, sesabar apakah kalian menghadapi kami jika kami sedang sangat menyebalkan seperti itu, kami tidak minta kalian mampu menebak keinginan kami, setidaknya bersabarlah pada kami dengan terus bertanya “jadi sekarang maunya gimana?”

 

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah setampan Tom Cruise, tapi tolong mengertilah itu sama sekali bukan masalah bagi kami, saat kami memuja-muja pemuda seperti itu, itulah pujian dan pujaan, tapi hati kami sungguhnya telah terikat oleh kalian, tuan. Mungkin saat itu kami hanya ingin tau apa pendapat kalian jika kami jatuh cinta pada orang lain, semacam mengukur tingkat kecemburuan kalian.

 

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah semenakjub John Nash atau sebrillian Isaac Newton, namun kami sebenarnya sangat menghargai bantuan kecil dari kalian meskipun hanya membantu mencarikan artikel dari internet, kami ingin menunjukkan pada kalian bahwa kalian lebih kami percayakan daripada Newton atau Galileo.

 

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah segagah Vin Diesel pada film xXx, maka itu kami tidak pernah minta kalian mengikuti program peng six-pack an tubuh atau kontes L-men. Namun dengan kalian berhenti dan tidak pernah merokok, kami sangat akan memilih kalian dari Vin Diesel manapun. Kami hanya ingin kalian yang sehat bukan hanya gagah.

 

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan Pangeran denga kuda putih yang akan melawan naga demi kami, maka dari itu kami tidak pernah minta kalian melawan preman pasar yang pernah menggoda kami waktu lalu, tapi setidaknya, mengertilah tanpa kami harus minta, saat hujan lebat datang dan dirumah sedang mati lampu dan ayah ibu belum datang, kami hanya dapat mengandalkan kalian, maka itu temani kami walau hanya dengan sms dan telepon, karena menurut kami, berbincang dengan kalian adalah melegakan, maka itu jangan tradeoff (tukar) keadaan seperti itu dengan Game PB kalian itu (sangat mengesalkan!)

 

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah bayi yang harus diingatkan hal ini dan itu setiap waktunya, tapi mengertilah bahwa kami sangat merisaukan anda, kenapa kami mengingatkan kalian makan atau sembahyang, itu karena tepat saat itu, kami baru saja hendak makan atau sembahyang, dan itu menandakan bahwa kami ingat kalian.

 

Kami, para wanita tau kalian bukanlah Mr. Bean yang dapat membuat kami tertawa terbahak saat sedang bosan, maka itu jangan coba-coba menjadi juru selamat untuk mencoba membuat kami tertawa saat itu, karena kami tau kalian tidak mampu sekocak Mr. Bean dan malah hanya akan memperkeruh suasana, yang kami inginkan saat itu hanyalah memastikan kalian ada disamping kami saat masa-masa sulit meski hanya dengan senyuman menenangkan.

 

Kami, para wanita juga tau kalian bukanlah pemuda seperti Edward Cullen yang akan segera datang dengan Volvo saat kami diganggu oleh preman jalanan, namun setidaknya, pastikan kami aman bersama kalian saat itu dengan tidak membawa kami pulang terlalu larut dan mengantarkan kami sampai depan pintu rumah dan bertemu ayah ibu, (jangan hanya sampai depan gang, hey, tuan!) Kami, para wanita tau kalian tidak akan bisa seperti ibu kami yang dapat menghentikan tangisan kami, namun tolong mengerti, saat kami menangis dihadapanmu, kami bukan sedang ingin dihentikan tangisannya, justru kami sangat ingin kalian dihadapan kami menampung berapa banyak air mata yang kami punya, atau sekedar melihat apa reaksi kalian melihat kami yang –menurut kami- akan terlihat jelek saat menangis

 

Kami tau, kalian adalah makhluk yang tidak peka dan terlalu lugu untuk percaya pada setiap hal yang kami katakan, tapi mengertilah bahwa saat kalian bertanya “baik-baik aja?” dan kami jawab “iya, aku baik-baik aja” itu adalah bahasa kami untuk menyatakan keadaan kami yang sedang tidak baik namun kami masih menganggap kalian adalah malaikat penyelamat yang mampu mengatasi ketidak-baik-baikan kami saat itu tanpa kami beritau, (tentu mestinya kalian sadari jika kami memang benar sedang baik-baik saja kami akan menambahkan perkataan seperti “iya aku baik-baik aja, malah tadi aku di kampus ketemu dengan dosen yang itu lho….*bla.bla.bla”).

 

Kami hanya ingin perhatian dan kepekaan kalian, tuan. Ketika kami tiba-tiba terdiam dan tidak menjawab saat sedang bergurau atau sedang berbincang-bincang dengan kalian bukan karena tiba-tiba kami sakit atau tenggorokan kami tersedak tapi cobalah perhatikan apakah kaliamat yang telah kalian keluarkan atau tingkah laku apa yang telah kalian perbuat sehingga kami menjadi terdiam. Kami terdiam bukan karena kami bisu, bukan pula karena kami tuli atau buta tapi kami adalah makhluk sensitif yang tidak ingin kalian juga merasakan apa yang kami rasakan, karena kami sayang pada kalian, tuan.

 

Hey tuan, ketika kami melakukan suatu hal atau melihat sesuatu atau bahkan mengatakan sesuatu dan kami katakan kepada kalian tetapi kalian malah teringat dengan “orang lain” atau “hal lain” itu sungguh sangat menyakitkan karena kami bukan mereka dan kami tidak ingin disamakan dengan “orang lain” tersebut. Kami adalah makhluk yang memiliki pribadi berbeda dengan “orang lain” karena setiap manusia tidaklah sama maka dari itu kami tidak ingin disamakan dengan yang lainnya atau kalian teringat dengan memori kalian bersama yang lain.

 

Kami bukan polisi atau wartawan yang senang menginterogasi kalian, tuan. Kami hanya takut hati kalian beralih pada yang lain dan meninggalkan kami begitu saja tanpa kalian pikirkan perasaan kami.

 

Iya, kami sepertinya tau apa yang kalian pikirkan tentang kami yang begitu merepotkan. Tapi begitulah kami, akan selalu merepotkan kalian, tuan. Hal ini bukan sesuatu yang kami banggakan, namun inilah bahasa kami untuk mempercayakan hati kami pada kalian, jika kalian bukanlah pemuda yang kami percayakan dan kami butuhkan, tentu saja yang kami repotkan dan persulitkan bukan kalian. Kami makhluk yang amat perasa dan gampang merasa “tidak enak”. Kami enggan merepotkan “orang lain”.

 

Jika kami merepotkan dan menyusahkan, berarti kami menganggap anda bukanlah orang lain, tuan.

 

Kami tidak senang bermain-main, tuan pemuda. Maka tolong jaga hati yang kami percayakan ini. Kami mungkin mudah berbesar hati atau “geer”, tapi sekali kami menaruh hati kami pada satu pemuda, butuh waktu yang lebih lama dari menemukan lampu bohlam untuk menghilangkannya (bukan melupakan).

 

Kami akan sulit menerima hati baru setelah itu, karena kami harus membiasakan diri lagi. Padahal kami sudah terbiasa dengan anda, terbiasa melakukan semuanya dengan anda. Maka tolong, mengertilah tuan. Karena kami, wanita sungguh sangat tau sebenarnya kalian, pemuda, dapat mengatasi semua tingkah kami yang merepotkan ini.

 

 

Copas dari seorang teman😀

5 thoughts on “Biar kita saling tau, tidak hanya kami para wanita

  1. Subhanalloh…walhamdulillah..wa laa ilaha illallohu wallohu akbar!!
    Sungguh tepat apa-apa yg tercurah dalam tulisan di atas, salut, takjub dech.
    namun pada dasarnya semua manusia memang ingin dimengerti, apa dan bagaimanapun keadaanya, ketika ada dalam kebaikan/kebenaran atau saat dalam kekeliruan skalipun.
    Jika dalm satu ikatan antara pria dan wanita sudah dipenuhi oleh rasa saling mengerti, insya Alloh sakinah (ketentraman) akan datang….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s